Be The Master of Yourself

Be the Master of Yourself by Budi Wbw – NNLP Master Practitioner.

Sambil anda duduk santai disore hari ini, mari kita mulai membahas sebuah hal cukup serius yang akan merubah hidup anda dikemudian hari.

Anda tentu pernah melihat sebuah balon udara yang memuat iklan, saya sering melihatnya ada disebuah pusat perbelanjaan di daerah Lebak Bulus Jakarta Selatan. Balon itu begitu besar, sehingga dia nampak begitu besar berada di atas beberapa pohon yang belum terlalu besar. Saking besarnya balon itu, jika kita meintas di jalan tol JOR, tulisan iklan yang terdapat dari balon itu tetaplah bisa terbaca.

Secara logika, balon itu tentu saja bisa terbang sangat tinggi dan baru akan turun setelah tenaga didalamnya habis. Lalu mengapa balon yang menyimpan tenaga begitu besar itu, bisa tetap diam ditempatnya, dia hanya akan bergerak ke kanan-kiri tertiup angin, tapi akan selalu tetap diam ditempatnya.

Didorong rasa ingin tahu saya, saya pun sengaja mencari, apa yang menghambat balon tersebut dari terbang yang sangat tinggi sesuai dengan potensi yang dikandungnya. Ternyata ada empat buah tali besar yang terikat dengan balon tersebut, dan masing-masing tali itupun terikat ketanah dengan sebuah besi tertanam dibawahnya. Yang cukup membuat kagum, ukuran tali tersebut tidaklah terlalu besar, namun karena memang balon itu terikat oleh tali yang memiliki pasak yang tertanam ditanah, maka sang balon pun tidak pergi kemana-mana.

Balon itu hanya akan bisa terbang jika talinya di putus dengan, contohnya, gunting yang sangat besar dan kuat. Dengan dipotongnya tali pengait, maka balon itu akan bisa melayang jauh keangkasa.

Demikian pula dengan manusia, manusia adalah mahluk sosial yang selalu berhubungan dengan manusia lainnya, setiap manusia selalu butuh manusia lain untuk segala macam hajatnya. Baik itu hajat yang baik, maupun hajat yang buruk.

Dan seiring dengan semakin seringnya berinteraksi dengan manusia lain, maka akan semakin terbuka peluang untuk terjadinya sebuah perselisihan dan bisa menimbulkan sakit hati. Sakit hati yang dipendam terus, walaupun sakit hati itu masalah perasaan, bisa menjadi penghambat kemajuan kita dimasa depan. Penghambat itu kita sebut saja mental block. Mental block tidak hanya karena hubungan manusia dengan manusia, mental block bisa terjadi karena sebab apapun, tapi semuanya berahir sama, menghambat kemajuan.

Dan sama juga seperti tali yang menahan balon tadi, mental block pun harus di hilangkan agar sang potensi yang tertanam dalam setiap manusia bisa optimal digunakan untuk perkembangan sang manusia itu sendiri. Mental block bisa dihilangkan dengan banyak cara bisa dengan terapi, namun bisa juga dengan pemberian motivasi. Motivasi yang diberikan oleh orang lain atau motivasi yang memang datang dengan sendirinya tetap berujung sama, melahirkan motivasi pribadi, tanpa motivasi pribadi, sehebat apapun motivatornya, tidak akan bermanfaat.

Namun, proses terapi maupun motivasi yang salah, justru bisa saja membunuh orang yang akan diberi motivasi. Sama seperti balon tadi, jika kita potong talinya, maka balonnya terbang, namun jika alat pemotong tali tadi terkena balonnya, maka balonnya pun justru akan bocor dan tidak bisa lagi terbang. Proses terai atau motivasi yang salah justru akan membunuh sang potensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>